Dukung Heryawan, Uu Rukmana Terancam Dipecat

INILAH.COM, Bandung – Pernyataan Wakil Ketua DPRD Jabar dari Fraksi Partai Golkar (F-PG) Uu Rukmana yang menyatakan dukungannya terhadap incumbent Ahmad Heryawan menuai kecaman. Sesepuh Partai Beringin tersebut pun terancam pemecatan.

Tak tanggung-tanggung, Ketua Umum PG Aburizal Bakrie  atau Ical melontarkan siap memberi sanksi keras kepada Uu. Pria yang akrab disapa Ical ini akan memberi sanksi kepada setiap kader yang membelot terhadap kebijakan partai. Khusus Jabar, partai telah memberikan mandat untuk mendukung sepenuhnya Ketua DPD PG Jabar Irianto MS Syafiudin alias Yance untuk menjadi Gubernur Jabar 2013-2018.

“Tentu akan ada sanksi jika ada kader Golkar yang tidak mendukung Pak Yance menjadi Gubernur Jabar,” tegas Ical kepada media officer Yance saat ditemui disela-sela kunjungannya di Pendopo Pemkab Indramayu, Kamis (5/7/2012).

Terkait mekanisme pemberian sanksi, Ical menjelaskan, partai memiliki cara tersendiri. Salah satunya melalui pleno pengurus. “Nanti pleno akan memutuskan yang bersangkutan tidak boleh menggunakan atribut partai, harus mengundurkan diri dari jabatannya dan kepengurusan partai,” ucapnya.

Dihubungi terpisah, Wakil Sekretaris DPD PG Jabar Pulihono menganggap pernyataan Uu Rukmana tidak etis, terlebih dilontarkan dihadapan publik. Seharusnya Uu Rukmana memposisikan sebagai pejabat netral, kendati menjabat pengurus teras Paguyuban Pasundan.

“Sebagai kader Golkar yang juga senior, tidak elok membuat prediksi, ramalan, atau komentar apapun terkait agenda politik pihak lain. Beliau harus menghormati kehadiran publik lainnya. Minimalnya kukuh pada ikatan norma dan aturan partai,” tandasnya.

Pulihono meminta Uu Rukmana lebih berhati-hati dalam memberikan statement agar tidak menimbulkan kegaduhan politik baru di tubuh PG.

Wakil Ketua Biro Pemuda DPD PG Jabar Rahmat Sulaeman menegaskan, pernyataan ketua Umum PG Aburizal Bakri soal pengusungan Yance sudah final. Kalau ada yang melanggar kebijakan, artinya sudah melanggar aturan organisasi.

“Misalnya kalau kader pembangkang itu anggota dewan, tentu PAW (pergantian antar waktu) melekat dan harus tegas diberikan. Setiap pelanggaran peraturan organisasi, ada sanksi. Tidak bicara nama, tetapi harus hitam putih. Kan Golkar punya aturan mainnya,” kata Rahmat.

Hal berbeda dikatakan Wakil Sekretaris I DPD PG Jabar Tubagus Raditya Indrajaya. Dia mempertanyakan kinerja Uu Rukmana. Sebagai Wakil Ketua DPRD Jabar dari FPG, semestinya Uu lebih tahu kondisi internal partainya.

“Ini terjadi karena Pak Uu tidak mengikuti kegiatan partai sehingga tidak tahu kondisi terkini. Bahwa seluruh kader dan pengurus mendukung Pak Yance, itu sudah bulat. Didukung pula oleh keputusan Rapimda. Jadi darimana kedudukan Pak Uu di DPRD? Mewakili siapa?” ucapnya.

Tubagus Raditya menuturkan, dia sudah berkali-kali mengingatkan agar Uu Rukmana perlu didorong dan diingatkan untuk memperbaiki kinerjanya. Paling utama, memperhatikan aspirasi kader sehingga akan semakin dicintai segenap akar rumput. Pengurus harus mendorong dan mengingatkan Uu Rukmana sebagai senior Golkar agar tidak kehilangan jabatannya.

“Saya mengajak Kang Uu lebih memperhatikan Golkar Jabar. Kang Uu harus lebih merasa beliau dari Golkar sehingga mempunyai perhatian lebih. Saya yakin Kang Uu punya kecintaan pada Partai Golkar. Kalau sudah terlibat aktif, akan tahu kondisi kekinian di internal,” tegasnya.

Sekretaris DPD PG Jabar HM Qudrat Iswara menjelaskan, DPD PG Jabar sudah menetapkan Irianto MS Syafiuddin sebagai Cagub Jabar 2013-2018. Keputusan tersebut bukan klaim pribadi Yance, tetapi kesepakatan pengurus DPD PG Jabar serta dukungan para ketua DPD kabupaten/kota se-Jabar.

“Ada keputusan rapat pimpinan daerah (rapimda) pada 27 Maret 2012 di Bandung. Lalu keputusan tersebut dituangkan dalam surat No B-48/GOLKAR/III/2012 pada 29 Maret 2012 tentang Rekomendasi DPD PG Jabar untuk Pilpres dan Pilgub. Isinya, pada Pilpres kita mengusung satu nama yaitu Pak Ical (Aburizal Bakrie) dan di Pilgub Jabar mengusung satu nama yaitu Pak Yance,” ungkap Iswara.[ang] (sumber : http://www.inilahjabar.com )

About Suara Rakyat

Sebuah proses demokratis pemilihan Kepala Daerah untu Jawa Barat yang nantinya akan menghasilkan nama pasangan pemimpin yang akan mengelola daerah Jawa Barat selama lima tahun. Dalam proses ini membutuhkan pemilih yang cerdas agar kelak yang memimpin daerah Jawa Barat adalah orang yang berkualitas dan bertanggung jawab dan bisa menjadi tauladan bagi rakyatnya.
This entry was posted in News Jawa Barat and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s