Buta Aksara = Kemiskinan

Buta hutuf sebenarnya bisa diantispasi sejak dini yaitu dengan sekolah, tetapi faktor kemiskinan keluarga menambah daftar panjang permasalahan yang ada di Indonesia. Secara resmi menurut laporan resmi dari badan sosial dunia, Indonesia masih mempunyai banyak masyarakat yang buta huruf. Data ini memang tidak berlebihan karena memang kesadaran pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah. hal ini dapat menyebabkan Indonesia menjadi bangsa yang terbelakang karena banyak penduduknya yang tidak bisa membaca.

Pemerintah tidak dapat hanya tinggal diam dengan keadaan seperti ini. Tingkat buta aksara di Indonesia yang masih tergolong tinggi akan mengakibatkan kurang produktifnya masyarakat, sehingga dapat dikatakan, hal ini digunakan sebagai indikator keberhasilan Pengembangan Masyarakat. Oleh karena itu, upaya pemerintah sangatlah kuat dalam upaya pemberantasan buta aksara.

Wujud nyata pemerintah, dalam hal ini pemerintah daerah Indramayu untuk pemberantasan buta aksara ini adalah dengan menerbitkan Perda No. 15 Tahun 2005 tentang Melek Huruf ini sebagai tanda keseriusan Indramayu dibawah kepemimpinan Kang Yance untuk memberantas buta huruf. Tak hanyaa itu, Kang Yance juga mengeluarkan kebijakan bahwa setiap kecamatan harus mempunyai program yang implementatif dalam rangaka pemberantasan buta aksara, disamping juga dilakukan swepping (agak menyeramkan memang🙂 ) buta aksara dengan sasaran warga buta aksara untuk kemudian di data dan dilakukan pelatihan untuk membebaskan warga dari buta aksara.

Melalui Perda tersebut, tak ada warga buta huruf yang terbebas dari program pemberantasan buta aksara. Untuk memastikan warga Indramayu melek huruf, juga dilakukan sweeping buta aksara dan bupati mengeluarkan kebijakan bahwa setiap kecamatan harus memiliki program implementatif untuk pemberantasan buta aksara, yang dikaitkan dengan upaya mengakselerasi IPM Indramayu.

About Suara Rakyat

Sebuah proses demokratis pemilihan Kepala Daerah untu Jawa Barat yang nantinya akan menghasilkan nama pasangan pemimpin yang akan mengelola daerah Jawa Barat selama lima tahun. Dalam proses ini membutuhkan pemilih yang cerdas agar kelak yang memimpin daerah Jawa Barat adalah orang yang berkualitas dan bertanggung jawab dan bisa menjadi tauladan bagi rakyatnya.
This entry was posted in Gagasan Cagub and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s