Pilgub Jabar Selalu Tonjolkan Figur

JAKARTA, (PRLM).- Dengan kultur yang relatif homogen Pilgub Jabar selalu menonjolkan sosok figur dibandingkan parpol yang mengusungnya. Hal itu dikatakan Pakar Ilmu Pemerintahan Prof. Gde Panca Astawa di Jakarta, Kamis (12/7/12) malam.

Meskipun calon gubernur Jabar itu mempunyai pengalaman birokrasi yang bagus tapi figurnya tidak menonjol, maka akan sulit menang pada Pilgub Jabar.

“Masyarakat Jabar lebih senang dengan sosok figur yang sering tampil sehingga meningkatkan kecenderungan emosional di antara mereka. Figur itu bisa saja Dede Yusuf atau Rieke Diah Pitaloka (Oneng),” katanya.

Menurut dia, sosok Dede sudah sangat dikenal masyarakat Jabar begitu pula dengan Oneng. “Oneng semakin dikenal luas. Dan jangan dilupakan juga figur perempuannya dalam membela hak-hak para buruh,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan, pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi akan bisa memenangkan Pilgub DKI bila kader partainya yang bermasalah mundur.

“Pak Foke-Nara yang kami dukung masih bersyukur masuk putaran kedua. Saya minta KPK untuk tuntaskan kasus korupsi di partai kami. Kalau legowo mundur, ya pengurus yang sering disebut-sebut itu, Foke pasti menang,” katanya kepada wartawan di DPR, Jakarta.

Ia mengatakan, pemilih Jakarta merupakan warga yang pintar. Dan, para pemilih Jakarta sangat mendambakan pemimpin yang bersih.

“Karena itu dalam Pilkada, Pemilu, atau Pilpres jangan main-main dengan perasaan hati rakyat yang paling dalam,” ujarnya.

Sementara itu Pakar Politik UI Prof. Budiatna mengatakan, koalisi partai akan menjadi kunci kemenangan di putaran kedua nanti. Jika PKS memutuskan melimpahkan dukungan ke Jokowi-Ahok, maka dipastikan mereka akan menang.

“Tambahan suara dari PKS sekitar 11an persen, bisa memenangkan Jokowi-Ahok, karena bisa dapat lebih dari 50 persen,” ujarnya.

Namun, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP Taufik Kiemas mengaku belum mengetahui partai mana yang akan digandeng PDIP dan Gerindra untuk memenangkan Jokowi-Ahok di putaran kedua Pilkada DKI.

“Kalau soal gandeng-menggandeng, itu urusan Dewan Pimpinan Pusat PDIP dan Gerindra,” kata Taufik di Kompleks MPR/DPR.  SUMBER : http://www.pikiran-rakyat.com

About Suara Rakyat

Sebuah proses demokratis pemilihan Kepala Daerah untu Jawa Barat yang nantinya akan menghasilkan nama pasangan pemimpin yang akan mengelola daerah Jawa Barat selama lima tahun. Dalam proses ini membutuhkan pemilih yang cerdas agar kelak yang memimpin daerah Jawa Barat adalah orang yang berkualitas dan bertanggung jawab dan bisa menjadi tauladan bagi rakyatnya.
This entry was posted in Pilakda Jawa Barat and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s