Jangan Cuma Nyoblos, Tapi Titip Masa Depan Jabar

Bandung – Forum Studi Ilmu Politik (Forsip) Universitas Padjadjaran (Unpad) menilai, dinamika kegiatan politik di Provinsi Jawa Barat sudah berjalan baik. Namun hal tersebut ternyata masih belum memberikan kontribusi positif bagi pembangunan manusia di Jawa Barat.

“Dalam arena politik parlemen di tingkat nasional, dari Pemilu 2009 Jabar menyumbang 101 kursi di DPR RI. Ini menjanjikan kekuatan yang nyata bagi partai politik di parlemen. Namun kontestasi politik electoral yang berbiaya tinggi dan bertabur janji politik tersebut tidak seimbang dengan realisasinya,” kata Sekretaris Forsip Unpad M Rolip Saptamaji, di Kota Bandung, Minggu.

Hal tersebut, lanjut Rolip, dapat dilihat melalui meningkatnya indeks kemiskinan manusia (IKM) di Jawa Barat yang meningkat dari 27,3 persen pada tahun 2004 menjadi 27,9 persen

“Dan pada tahun 2009 sedangkan rata-rata Indeks Kemiskinan Manusia pada tingkat nasional adalah 26,2 persen. Data tersebut, menunjukkan bahwa kontestasi kekuasaan di Jawa Barat baik dalam level lokal maupun level nasional tidak memberikan kontribusi positif bagi pembangunan manusia di Jawa Barat,” katanya.

Selain itu, kata dia, peran serta atau potensi masyarakat Jawa Barat dalam dunia politik, khususnya saat pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) legislatif/kepala daerah masih sebagai partisipan pasif.

“Jabar itu tidak hanya jadi lumbung suara saja, ini terbukti di Pemilu 2009. Masyarakat kita harapkan tidak hanya jadi pastisipan politik atau pasif, tapi harus menjadi partisipan aktif atau cuma nyoblos doang,” katanya.

Ia mengatakan, selama ini dinamika perpolitikan di Provinsi Jabar sudah berjalan cukup bagus jika dibandingkan daerah lain seperti di Jawa Tengah.

Namun, kata dia, dinamika politik yang cukup bagus tersebut ternyata tidak dibarengi atau diimbangi dengan tingkat kesadaran masyarakat Jawa Barat dalam politik.

“Sebetulnya dinamika politik di Jabar itu sudah cukup baik. Nah masalahnya berbalik ke masyarakat. Apakah dinamika yang baik itu ada manfaatnya atau tidak, baik secara segi ekonomi dan politiknya atau kemampuan masyarakat dalam menuntut hak politiknya,” kata dia.

Menurut dia, walaupun hasil Pemilu 2009 raihan suara dari Jawa Barat sebesar 20 persen ternyata mendominasi kursi legislatif di pemerintahan pusat. Akan tetapi hal tersebut masih belum berdampak pada pembangunan di Jabar.

“Dalam Pemilu 2009 dinyatakan bahwa hasil dari Jabar ternyata mengusai 20 persen di pemerintahan nasional. Namun dampaknya tidak seolah tidak kita rasakan. Kita ingin masyarakat itu tidak hanya ibaratnya itu saya nyoblos, tapi harus punya pemahaman saya menitipkan nasib atau masa depan Jabar,” ujarnya.

Dikatakannya, bagi partai politik, kemenangan pemilu di Jawa Barat bukan hanya kemenangan kecil yang tidak berkelanjutan.

Ia menuturkan, kemenangan di Jawa Barat adalah kemenangan di lumbung suara terutama dalam Pemilukada yang selanjutnya dijadikan investasi besar dalam percepatan politik electoral selanjutnya. SUMBER : http://www.inilahjabar.com

About Suara Rakyat

Sebuah proses demokratis pemilihan Kepala Daerah untu Jawa Barat yang nantinya akan menghasilkan nama pasangan pemimpin yang akan mengelola daerah Jawa Barat selama lima tahun. Dalam proses ini membutuhkan pemilih yang cerdas agar kelak yang memimpin daerah Jawa Barat adalah orang yang berkualitas dan bertanggung jawab dan bisa menjadi tauladan bagi rakyatnya.
This entry was posted in Pilakda Jawa Barat and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s