Wajar MDA di Indramayu

Selain dengan Wajar 9 tahun dan dilanjutkan dengan 12 tahun bagi anak-anak di Indramayu, untuk memberikan bekal akhlaq dan iman yang kuat bagi calon generasi penerus Indramayu ini, Yance Irianto, Bupati Indramayu menyempurnakannya wajib belajar MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah) untuk meningkatkan iman dn dasar-dasar agama yang kuat agar menjadi manusia yang berakhlakul karimah, berbudi pekerti dan bermoral baik.

Wajar MDA ini juga ditegaskan dengan diterbitkannya Perda No.2 Tahun 2003 tentang Wajib Belajar MDA yang kedepan akan mampu memiliki pemikiran cerah dalam sisi spiritual. Pemberlakuan perda No. 2 tahun 2003 ini banyak dipahami dalam rangka membangun generasi masa depan yang tercerahkan pikirannya dan dimensi spiritualnya. Sehingga kerangka etik moral dan harmoni sosial menjadi modal penting dalam interaksi dan pergaulan di tengah-tengah masyarakat.

Problem yang timbul ketika Perda Wajar MDA ini diberlakukan, tentu jumlah MDA yang tersedia tidak memadai bila dibandingkan dengan siswa SD yang begitu banyak. Begitu pula dengan pengajar yang di butuhkan. Namun, beruntung masyarakat merespon Perda tersebut secara positif. Hal ini tercermin dari antusias masyarakat untuk mendirikan MDA secara swadaya. Begitu besarnya antusias masyarakat, dalam waktu singkat diseluruh dusun maupun desa di Indramayu sekarang ada MDA. Bila pada tahun 2000 di Indramayu terdapat 375 MDA, maka pada tahun 2007 meningkat menjadi 826 MDA. Begitu juga dengan guru MDA, bila pada tahun 2000 terdapat 1.892 guru, pada tahun 2007 meningkat menjadi 4.324 guru. Jumlah tersebut tentu semakin meningkat pada tahun 2010.

About Suara Rakyat

Sebuah proses demokratis pemilihan Kepala Daerah untu Jawa Barat yang nantinya akan menghasilkan nama pasangan pemimpin yang akan mengelola daerah Jawa Barat selama lima tahun. Dalam proses ini membutuhkan pemilih yang cerdas agar kelak yang memimpin daerah Jawa Barat adalah orang yang berkualitas dan bertanggung jawab dan bisa menjadi tauladan bagi rakyatnya.
This entry was posted in Pendidikan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s