Yance & Kesinambungan Pemerintahan

Ketika ia terpilih untuk pertama kali menjadi Bupati tahun 2000, Kondisi masyarakat Indramayu memang sangat memprihatinkan baik dari sisi politik, sosial, dan ekonomi, mulai dari masalah pendidikan, kesehatan, kesejahteraan masyarakat hingga stabilitas politik dan keamanan, Indramayu merupakan kabupaten paling tertinggal dibandingkan dengan kabupaten/kota di Jawa-Barat.Tawuran antar warga sering terjadi antar RT, RW, desa, bahkan kecamatan, hingga kondisi masyarakat sangat mencekam. Begitu juga angka melek huruf, angka rata-rata sekolah, angka harapan hidup, serta angka kemiskinan paling buruk di Jawa-Barat. Padahal kabupaten ini terkenal sebagai daerah yang subur dan memiliki kekayaan alam dan laut yang melimpah.

Kondisi dilematis ini terjadi karena hak-hak dasar rakyat yang seharusnya dilindungi , di ayomi dan dipenuhi oleh pemerintah waktu itu, justru diabaikan. Rintihan, keluhan, bahkan jeritan dan harapan masyarakat teraniaya tersia-siakan. Masyarakat berharap dengan tampilnya Yance memimpin Kabupaten Indramayu mampu melakukan perubahan dari kondisi Indramayu yang “gelap” menjadi “terang.” Masyarakat yang tercampakan bisa diproteksi, dilindungi dan diayomi. Masyarakat yang dimarginalkan bisa diberdayakan, dan dientaskan dijadikan masyarakat yang lebih berdaya dan produktif.

Namun kemenangan H.Irianto MS Syafiuddin pada masa jabatan yang kedua kali, (2005-2010) mengandung pesan, bahwa perubahan yang dilakukan bapak tiga anak ini telah memberikan arah pembangunan masyarakat Indramayu menuju muliharjo, sudah berada pada jalur yang benar. Masyarakat menginginkan arah pembangunan yang digulirkan oleh Yance, selama lima tahun period kepemimpinannya itu agar tetap diteruskan, agar memberi kepastian bahwa rakyat sebagai pemilik kedaulatan itu terproteksi, terlindungi, dan terayomi menuju masyarakat yang muliharjo. Dengan terpilihnya Yance sebagai bupati untuk jabatan yang kedua kalinya, sesungguhnya masyarakat Indramayu menginginkan kesinambungan pembangunan di wilayah pantai utara Jawa Barat.

Makna kemenangan Yance pada tahun 2000 dan 2005 bagi rakyat Indramayu hampir mirip dengan makna kemenangan Pesiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pilpres 2004 dan 2009. SBY dan Yusuf Kalla menang dalam pemilihan presiden dan wakil presiden pada tahun 2004 mengandung pesan dari rakyat Indonesia yang menginginkan adanya perubahan setelah negara ini beberapa tahun terpuruk dalam krisis multi dimensional. Begitu pula dengan kemenangan SBY dan Budiono pada pemilihan Pesiden dan Wakil Presiden tahun 2009 dengan slogan yang cukup fenomenal “Lanjutkan”, mengandung pesan bahwa rakyat Indonesia menginginkan adanya kontinuitas pembangunan. Sekalipun isu perubahan yang digulirkan SBY pada tahun 2004 belum membawa perubahan secara signifikan bagi kesejahteraan masyarakat, tetapi perubahan yang digulirkan SBY sudah berada pada jalan yang benar, sehingga rakyat, menginginkan agar itu terus dilanjutkan. Pada lima tahun ke depan, rakyat membutuhkan kepastian akan perbaikan kehidupan.

Yance sendiri tidak pernah membayangkan, apalagi berfikir pesan kemenangan dirinya dari rakyat Indramayu itu mirip dengan pesan kemenangan rakyat Indonesia terhadap terpilihnya SBY menjadi orang nomor satu di Indonesia. Ia hanya berfikir, kemenangan itu sebuah amanah atau mandat yang diberikan pada rakyat kepada dirinya untuk membawa kemajuan bagi kabupaten yang ia pimpin. Ia tak ingin takabur, apalagi membusungkan dada. Sebaliknya kemenangan itu ia jadikan momentum untuk membulatkan dirinya agar lebih optimal untuk mengakselerasi pembangunan di Kabupaten Indramayu.

Yance Hanya bersukur, Pilkada yang berlangsung 22 September tahun 2005 itu berlangsung secara tertib dan demokratis, tanpa menimbulkan ekses negatif. Ini menandakan masyarakat Indramayu, yang sebelumnya memiliki temperamen panas, sudah semakin dewasa. Kondisi demikian tentu tidak lepas dari dari usaha bersama masyarakat untuk membangun kultur baru dikalangan masyarakat Indramayu untuk berdemokrasi secara rasional dan elegan. Ia selalu berharap bangunan demokrasi yang ditegakkan di Kabupaten menghindari sejauh mungkin dengan cara-cara kekerasan atau anti demokrasi.

 

About Suara Rakyat

Sebuah proses demokratis pemilihan Kepala Daerah untu Jawa Barat yang nantinya akan menghasilkan nama pasangan pemimpin yang akan mengelola daerah Jawa Barat selama lima tahun. Dalam proses ini membutuhkan pemilih yang cerdas agar kelak yang memimpin daerah Jawa Barat adalah orang yang berkualitas dan bertanggung jawab dan bisa menjadi tauladan bagi rakyatnya.
This entry was posted in Gagasan Umum and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s