Sejarah

Ilmu Sejarah membagi sejarah ke dalam dua pengertian. Pertama, sejarah sebagai peristiwa, yaitu peristiwa di masa lampau yang menyangkut kehidupan manusia sebagaimana terjadinya (history as past actuality atau histoire-realite).
Kedua, sejarah sebagai kisah, yaitu peristiwa sejarah sebagaimana dikisahkan/ dituliskan (history as written atau histoire-recite). Dengan kata lain, sejarah dalam
pengertian kedua adalah ilmu yang mempelajari peristiwa yang menyangkut kehidupan manusia di masa lampau seara selektif, yaitu peristiea-peristiwa yang memiliki signifikansi (arti penting). Di Indonesia ada persetujuan tidak tertulis antara sejarah dan arkeologi, yaitu sejarah meneliti peristiwa-peristiwa sesudah tahun 1500, sedangkan peristiwa-peristiwa sebelumnya menjadi garapan arkeologi.

 

Sejak masa kerajaan hingga kini, di daerah Jawa Barat terjadi berbagai peristiwa sejarah penting yang mengandung berbagai makna pula, sesuai dengan gejolak jamannya. Peristiwa atau moment penting itu di antaranya adalah Kerajaan Tarumanagara (abad ke-5 hingga abad ke-8), Kerajaan Sunda/Pajajaran (abad ke-8 hingga abad ke-16), Kerajaan Galuh (abad ke-8 hingga abad ke-15), dan Kerajaan Sumedang Larang (1580-1620). Pada awal masa kerajaan, ke daerah Jawa Barat masuk pengaruh budaya Hindu-Budha.
Sementara itu muncul Kesultanan Cirebon (1479-1809) dan Kesultanan Banten (1552-1832). Dengan berdirinya kedua kesultanan itu, Jawa Barat menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Pada abad ke-17, sebagian wilayah Jawa Barat, khususnya daerah Priangan berada di bawah pengaruh kekuasaan Mataram (1620-1677). Selanjutnya Jawa Barat semakin memiliki arti penting karena menjadi pusat kegiatan/kekuasaan kolonial Belanda di Nusantara, 4 yaitu pusat kegiatan Kompeni/VOC (abad ke-17 hingga akhir abad ke-18) dan pusat pemerintahan Hindia Belanda (awal abad ke-19 hingga Maret 1942) serta pusat pemerintahan Pendudukan Jepang di Jawa (awal Maret 1942 hingga pertengahan Agustus 1945). Pada awal abad ke-20 hingga menjelang proklamasi kemerdekaan, Jawa Barat juga menjadi pusat kegiatan pergerakan nasional, sehingga bangsa Indonesia berhasil menetuskan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Peristiwa yang disebut terakhir juga terjadi di daerah Jawa Barat. Dalam perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan, Jawa Barat menjadi pusat perjuangan, sekaligus sebagai pusat kegiatan Pemerintah Republik Indonesia dalam rangka mengisi kemerdekaan dengan berbagai program pembangunan.

Sejarah Jawa Barat dari masa ke masa mengandung banyak permasalahan yang cukup menarik untuk dikaji secara seksama, karena sejarah Jawa Barat selain memiliki fungsi dan kegunaan seperti sejarah pada umumnya, juga memiliki sifnifikasi tersendiri (istimewa), baik bagi pembangunan masyarakat dan daerah Jawa Barat pada khususnya maupun bagi kepentingan pembangunan nasional pada umumnya. Hal ini disebabkan daerah Jawa Barat dari masa ke masa memiliki kedudukan yang strategis di wilayah Nusantara, dan memiliki potensi serta peranan penting dalam berbagai kegiatan.
Oleh karena itu, kesadaran akan sejarah perlu dimiliki. Pemahaman sejarah dapat menunjang pembinaan dan pengembanga budaya. Kesadaran atau pemahaman sejarah adalah budaya. Sejarah dan budaya dalam satu segi memiliki fungsi/kegunaan yang sama, yaitu sama-sama menunjukkan identitas masyarakat pemiliknya. Dengan kesadaran tersebut, kebudayaan Sunda dan pemiliknya akan turut berkiprah atau berperan dalam mengisi abad ke-21 dan abad-abad selanjutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s